NAMA : MELAWATI
NIM : 41032151111002
PRODI : MATEMATIKA
Bahasa adalah hasil aktivitas manusia,kesadaran bahasa tercermin dari
tanggung jawab,sikap,perasaan memiliki bahasa,sehingga menimbulkan kemauan
untuk membina dan mengngembangkan bahasa.
PENGERTIAN
Tiap orang memiliki pandangan
bahasa sendiri.tiap orang menyadari bahasa adalah satu kebutuhan,kesadaran
itulah yang kemudian menjadi gambaran tingkah laku dalam menggunakan bahasanya.
Sikap tanggung jawab melahirkan
kemauan untuk membina dan mengngembangkan bahasa,orang yang berkesadaran bahasa
merasa ia perlu bertanggung jawab terhadap pembinaan dan penggembangan
bahasa,apalagi bahasa nasional.
Ada segelintir orang yang acuh tak
acuh,mengganggap bahasa adalah warisan nenek moyang ,dia tak pernah memikirkan
mengapa satu bentuk harus begitu dan bentuk lainnya tidak seperti yang dia
kehendaki,hal ini tidak bisa di biarkan hal ini harus di insafkan agar ia
memiliki kesadaran berbahasa .
Menurut hemat penulis,yang dimaksud
kesadaran bahasa ialah sikap seseorang baik secara sendiri-sendiri atau pun
bersama-samabertanggung jawab sehingga menimbulkan rasa memiliki suatu bahasa
dan demikian ia berkemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa
itu.jadi,dengan devinisi ini terdapat cirri-ciri:
Ø Sikap
terhadap bahasa dan berbahasa.
Ø Bertanggung
jawab terhadap bahasa dan berbahasa.
Ø Rasa
ikut memiliki bahasa.
Ø Berkemauan
untuk membina dan mengembangkan bahasa.
3.2
Tanggung Jawab Terhadab Bahasa dan Berbahasa
Tiap orang menguasai paling sedikit
1 bahasa,orang yang menguasai satu bahasa disebut monolingual,orang yang
menguasai dua bahasa disebut bilingual atau dwibahasawan.
BD dan BI perlu dikembangkan karena
saling mengisi ada keterikatan,
Tiap orang harus disadarkan untuk
bertanggung jawab terhadap bahasa ibunya dan bahasa nasional.
Ciri orang yang bertanggung jawab
terhadap suatu bahasa dan pemakaian bahasa adalah :
Ø Selalu
berhati-hati dalam menggunakan bahasa.
Ø Tidak
merasa senang melihat orang yang mempergunakan bahasa yang serampangan.
Ø Memperingatkan
pemakai bahasa apabila ia membuat kekeliruan.
Ø Tertarik
perhatiannya apabila meliat orang yang membahas bahasa.
Ø Dapat
mengoreksi pemakaian bahasa orang lain.
Ø Berusaha
menambah pengetahuan mengenai bahasa tersebut.
Ø Bertanya
pada ahlinya apabila menghadapi persoalan bahasa.
Jelas disini bukan saja harus
mencintai bahasa penggunaannya pun harus tertib,karna akan diwariskan
kegenerasi sesudah kita.
Tanggung jawab bahasa sangat
diperlukan untuk menghindari salah pengertian,ada yang menyebutkan bahasa
menunjukan bangsa,kelembutan kata,pemilihan kata,ungkapan,ketentuan pelafaln
menunjukan status social pembicara.
Tak jarang bahasa menimbulkan
perkelahian,dikarnakan tak ada rasa tanggung jawab terhadap bahasa,tanggung
jawab bahasa bukan hanya pemilihan kata dan kalimat baik melainkan juga cara
mengungkapkannya.
Marah adalah satu instig
manusia,marah tiodak harus dengan kata-kata keras dan dengan bahasa yang tidak
terkendali,kalau hal itu disadari manusia dapat menghindari kehancuran manusia
itu sendiri.
Tanggung jawab berbahasa mempunyai
akibat yang jangkauannya luas,jangkauan untuk manusia yang akan dating dan
jangkauan untuk manusia disekeliling pemakai bahasa.
Tanggung jawab bahasa dan berbahasa
adalah tanggung jabab vertical dan horizontal.
3.3
Sikap Terhadab Bahasa dan Berbahasa
“Tiap bahasa adalah penjelmaan yang
unik dari suatu kebudayaan yang unik” (St. Takdir Alisyahbana dalam Amran Halim
1. Ed,1976 : 40).masyarakat didesa dan dikota memiliki tanggung jawab bahasa
yang berbeda,didesa penuh dengan sopan santun,sedangkan dikota lebih pada
individualisme.
Contoh lain dalam penggunaan
bahasa,orng menado berbicara dengan sesame orang menado pasti memakai BD
.menurut Harimurti kridaraksana (1978:98) BI dipergunakan untuk keperluan
keperluan resmi,yaitu dalam :
Ø Komunikasi
resmi
Ø Wacana
ilmiah
Ø Khotbah,wacana
dan ilmiah
Ø Bercakap-cakap
dengan orang yang di hormati.
Tanggung jawab bahasa pun merupakan
manifestasi dari sikap positif,sehubungan dengan itu,sikap terhadap bahasa dan
berbahasa dapat dilihat dari dua segi:
Ø Sikap
positif
Ø Sikap
negative
Sikap positif terhadap bahasa lebih
banyak kita lihat dari pelaksanaan bahasa dalam kehidupan sehari-jari oleh
pemakai bahasa.tetapi kalau pada siotuasi resmi masih kita dapati penggunaan
suatu bahasa yang tidak sesuai kaidah,disana kita berkata,bahwa sikap pemakai
bahasa tersebut sangat disesalkan.
Situasi resmi atau tidak resmipun
kita harus berusaha menggunakan bahasa yang baku,untuk itu kesadaran bahasa
harus menjiwai kita.meskipun dasar yuridis ada,tetapi kesadaran terhadap bahsa
tidak ada,maka kita tidak dapat berbuat apa-apa,itu sebabnya menurut penulis
kesadaran bahasa dan berbahasa itulah yang sejauh mungkin di ditanamkan,dibina
dan di kembangkankepada setiap pemakai bahasa.
Jika ada yang mencampurkan antara
bahasa BI dan BA menunjukan pemakai bahasa tersebut ragu-ragu nterhadap
kemampuan berbahasanya,padahal orang harus menyadari bahasa mempunyai “nilai
penting sebagai symbol nasional dan identitas etnik” (nancy parrot hickerson,
1980 : 82).
Khusus di indonesia Bi dikatakan sebagai
lambing Kebangsaan dan identitas nasional(Lihat Hasil Perumusan Seminar Politik
Bahasa Nasional,Pusat Bahasa :1976),BD lambing kebangsaan dan identitas
daerah.berbahasa ditekankan pada kesadaran diri sendiri dalam menggunakan
bahasa secara tertib.
3.4
Rasamemiliki Bahasa
Maksudnya bahasa sudah dianggap
kebutuhan pribadi yang esensial,milik pribadi dijaga dan dipelihara.karna jika
kita misalkan,barang kepunyaan kita pastilah kita akan menjaga dan merawatnya
dengan baik,lain hal nya dengan barang milik orang lain menggunakannyapun tidak
mau.jadi kita berusaha agar bahasa menjadi milik kita pribadi.
Bahasa adalah sesuatu yang kita
dapat dengan proses belajar yang kemudian haruis kita sadari bahwa bahasa itu
adalah milik kita.baik BD,BI atau BA kita anggap milik kita pribadi.dari ketiga
bahasa ini,kita paling takut menggunakan BA,mengapa?karna takut ditertawakan
jikalau salah pengucapan atau mengartian.
Untuk menanamkan rasa memiliki
bahasa,orang harus bertitik tolak dari anggapan bahwa bahasa adalah miliknya
pribadi,kalau bahasa dianggap milik pribadi,konsekuensinya kita wajib
memeliharanya.
3.5
Parsitipasi dalam Pembinaan Bahasa
Perasaan memiliki bahasa
menimbulkan tanggung jawab dan kegiatan untuk membina bahasa baik melalui
kegiatan pribadi ataupun kelompok .bukti keikutsertaan itu terutama ternyata
dari pemakaian bahasa yang tertib.usaha pertama-tama sebagai bukti keikut
sertaan kita dalam pembinaan bahasa ialah sikap kita jika sedang menggunakan
bahasa.partisipasi seperti ini penulis namakan partisipasi informal.selain itu
ada partisipasi yang penulis namakan partisipasi formal.dalam partisipasi
formal terlihat usaha kita berupa kegiatan pembinaan melalui pertemuan formal.
Tentu tidak semua pemakai bahasa
diharapkan berpartisifasi secara formal.minimal kita berpartisifasi secara
informal.dengan penuh kesadaran kita menggunakan bahasa secara tertib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar