Selasa, 10 April 2012


NAMA : MELAWATI
NIM : 41032151111002
PRODI : MATEMATIKA

     Bahasa adalah hasil aktivitas manusia,kesadaran bahasa tercermin dari tanggung jawab,sikap,perasaan memiliki bahasa,sehingga menimbulkan kemauan untuk membina dan mengngembangkan bahasa.
PENGERTIAN
Tiap orang memiliki pandangan bahasa sendiri.tiap orang menyadari bahasa adalah satu kebutuhan,kesadaran itulah yang kemudian menjadi gambaran tingkah laku dalam menggunakan bahasanya.
Sikap tanggung jawab melahirkan kemauan untuk membina dan mengngembangkan bahasa,orang yang berkesadaran bahasa merasa ia perlu bertanggung jawab terhadap pembinaan dan penggembangan bahasa,apalagi bahasa nasional.
Ada segelintir orang yang acuh tak acuh,mengganggap bahasa adalah warisan nenek moyang ,dia tak pernah memikirkan mengapa satu bentuk harus begitu dan bentuk lainnya tidak seperti yang dia kehendaki,hal ini tidak bisa di biarkan hal ini harus di insafkan agar ia memiliki kesadaran berbahasa .
Menurut hemat penulis,yang dimaksud kesadaran bahasa ialah sikap seseorang baik secara sendiri-sendiri atau pun bersama-samabertanggung jawab sehingga menimbulkan rasa memiliki suatu bahasa dan demikian ia berkemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa itu.jadi,dengan devinisi ini terdapat cirri-ciri:
Ø  Sikap terhadap bahasa dan berbahasa.
Ø  Bertanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa.
Ø  Rasa ikut memiliki bahasa.
Ø  Berkemauan untuk membina dan mengembangkan bahasa.

3.2 Tanggung Jawab Terhadab Bahasa dan Berbahasa
Tiap orang menguasai paling sedikit 1 bahasa,orang yang menguasai satu bahasa disebut monolingual,orang yang menguasai dua bahasa disebut bilingual atau dwibahasawan.
BD dan BI perlu dikembangkan karena saling mengisi ada keterikatan,
Tiap orang harus disadarkan untuk bertanggung jawab terhadap bahasa ibunya dan bahasa nasional.
Ciri orang yang bertanggung jawab terhadap suatu bahasa dan pemakaian bahasa adalah :
Ø  Selalu berhati-hati dalam menggunakan bahasa.
Ø  Tidak merasa senang melihat orang yang mempergunakan bahasa yang serampangan.
Ø  Memperingatkan pemakai bahasa apabila ia membuat kekeliruan.
Ø  Tertarik perhatiannya apabila meliat orang yang membahas bahasa.
Ø  Dapat mengoreksi pemakaian bahasa orang lain.
Ø  Berusaha menambah pengetahuan mengenai bahasa tersebut.
Ø  Bertanya pada ahlinya apabila menghadapi persoalan bahasa.
Jelas disini bukan saja harus mencintai bahasa penggunaannya pun harus tertib,karna akan diwariskan kegenerasi sesudah kita.
Tanggung jawab bahasa sangat diperlukan untuk menghindari salah pengertian,ada yang menyebutkan bahasa menunjukan bangsa,kelembutan kata,pemilihan kata,ungkapan,ketentuan pelafaln menunjukan status social pembicara.
Tak jarang bahasa menimbulkan perkelahian,dikarnakan tak ada rasa tanggung jawab terhadap bahasa,tanggung jawab bahasa bukan hanya pemilihan kata dan kalimat baik melainkan juga cara mengungkapkannya.
Marah adalah satu instig manusia,marah tiodak harus dengan kata-kata keras dan dengan bahasa yang tidak terkendali,kalau hal itu disadari manusia dapat menghindari kehancuran manusia itu sendiri.
Tanggung jawab berbahasa mempunyai akibat yang jangkauannya luas,jangkauan untuk manusia yang akan dating dan jangkauan untuk manusia disekeliling pemakai bahasa.
Tanggung jawab bahasa dan berbahasa adalah tanggung jabab vertical dan horizontal.
3.3 Sikap Terhadab Bahasa dan Berbahasa
“Tiap bahasa adalah penjelmaan yang unik dari suatu kebudayaan yang unik” (St. Takdir Alisyahbana dalam Amran Halim 1. Ed,1976 : 40).masyarakat didesa dan dikota memiliki tanggung jawab bahasa yang berbeda,didesa penuh dengan sopan santun,sedangkan dikota lebih pada individualisme.
Contoh lain dalam penggunaan bahasa,orng menado berbicara dengan sesame orang menado pasti memakai BD .menurut Harimurti kridaraksana (1978:98) BI dipergunakan untuk keperluan keperluan resmi,yaitu dalam :
Ø  Komunikasi resmi
Ø  Wacana ilmiah
Ø  Khotbah,wacana dan ilmiah
Ø  Bercakap-cakap dengan orang yang di hormati.
Tanggung jawab bahasa pun merupakan manifestasi dari sikap positif,sehubungan dengan itu,sikap terhadap bahasa dan berbahasa dapat dilihat dari dua segi:
Ø  Sikap positif
Ø  Sikap negative
Sikap positif terhadap bahasa lebih banyak kita lihat dari pelaksanaan bahasa dalam kehidupan sehari-jari oleh pemakai bahasa.tetapi kalau pada siotuasi resmi masih kita dapati penggunaan suatu bahasa yang tidak sesuai kaidah,disana kita berkata,bahwa sikap pemakai bahasa tersebut sangat disesalkan.
Situasi resmi atau tidak resmipun kita harus berusaha menggunakan bahasa yang baku,untuk itu kesadaran bahasa harus menjiwai kita.meskipun dasar yuridis ada,tetapi kesadaran terhadap bahsa tidak ada,maka kita tidak dapat berbuat apa-apa,itu sebabnya menurut penulis kesadaran bahasa dan berbahasa itulah yang sejauh mungkin di ditanamkan,dibina dan di kembangkankepada setiap pemakai bahasa.
Jika ada yang mencampurkan antara bahasa BI dan BA menunjukan pemakai bahasa tersebut ragu-ragu nterhadap kemampuan berbahasanya,padahal orang harus menyadari bahasa mempunyai “nilai penting sebagai symbol nasional dan identitas etnik” (nancy parrot hickerson, 1980 : 82).
Khusus di indonesia Bi dikatakan sebagai lambing Kebangsaan dan identitas nasional(Lihat Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional,Pusat Bahasa :1976),BD lambing kebangsaan dan identitas daerah.berbahasa ditekankan pada kesadaran diri sendiri dalam menggunakan bahasa secara tertib.
3.4 Rasamemiliki Bahasa
Maksudnya bahasa sudah dianggap kebutuhan pribadi yang esensial,milik pribadi dijaga dan dipelihara.karna jika kita misalkan,barang kepunyaan kita pastilah kita akan menjaga dan merawatnya dengan baik,lain hal nya dengan barang milik orang lain menggunakannyapun tidak mau.jadi kita berusaha agar bahasa menjadi milik kita pribadi.
Bahasa adalah sesuatu yang kita dapat dengan proses belajar yang kemudian haruis kita sadari bahwa bahasa itu adalah milik kita.baik BD,BI atau BA kita anggap milik kita pribadi.dari ketiga bahasa ini,kita paling takut menggunakan BA,mengapa?karna takut ditertawakan jikalau salah pengucapan atau mengartian.
Untuk menanamkan rasa memiliki bahasa,orang harus bertitik tolak dari anggapan bahwa bahasa adalah miliknya pribadi,kalau bahasa dianggap milik pribadi,konsekuensinya kita wajib memeliharanya.
3.5 Parsitipasi dalam Pembinaan Bahasa
Perasaan memiliki bahasa menimbulkan tanggung jawab dan kegiatan untuk membina bahasa baik melalui kegiatan pribadi ataupun kelompok .bukti keikutsertaan itu terutama ternyata dari pemakaian bahasa yang tertib.usaha pertama-tama sebagai bukti keikut sertaan kita dalam pembinaan bahasa ialah sikap kita jika sedang menggunakan bahasa.partisipasi seperti ini penulis namakan partisipasi informal.selain itu ada partisipasi yang penulis namakan partisipasi formal.dalam partisipasi formal terlihat usaha kita berupa kegiatan pembinaan melalui pertemuan  formal.
Tentu tidak semua pemakai bahasa diharapkan berpartisifasi secara formal.minimal kita berpartisifasi secara informal.dengan penuh kesadaran kita menggunakan bahasa secara tertib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar