Terrajut indah benang kerinduan.. Yang ku sulam dalam syair keiklasan… Senja, ku bakukan doa untuk hari y.. Semoga tetap terjaga dalam kasih-NYA.. Berjalan lurus searah dengan-NYA.. Jangan lupa tunaikn kewajibanmu, saat kumandang itu menggema … kau sandaran rinduku.. Tetap lah disana.. Duduk diantara mereka … Agar aku bisa melihatmu di sudut ruang pelepas lelah…
Bergema suara yang tak asing ku dengar.. Riuh seketika merebak … Aku disana dan tak ingin terlihat, meski akhir y kau melihatku… Sorot yg tak bisa ku definisikan… Kau terlihat sangat bahagia… Tersenyum mengumbar canda… Tetaplh seperti itu… Terikat bahagia bersama mereka…
z.harsya
Senin, 07 Mei 2012
GURU YANG
BAIK DAN GURU YANG HEBAT: Apakah bedanya?
Pertanyaan yang tertuang dalam judul di atas antara lain dapat dijawab dengan
memanfaatkan pandangan Mendikbud RI, Muh. Nuh yang disitir oleh Boy Yendra
Tamin ( dalam http:// boyyendratamin.blogspot.com/2011/11/pendidik-profesional-
antara-harapan-dan.html ). Menurut Nuh, “Guru yang baik akan menjelaskan
sesuatu kepada muridnya sehingga paham, tetapi guru yang hebat adalah guru yang
mampu menginspirasi dan memotivasi muridnya, sehingga mampu berbuat sesuatu
yang baik dengan kemampuannya sendiri“.
---
TUGAS INDIVIDUAL ( untuk peserta perkuliahan Pembelajaran Menulis )
Pahamilah pernyataan Mendikbud itu, kemudian bacalah kelanjutan uraiannya dalam
situs yang ditunjuk. Walau wacana itu sudah agak lama, sangat mungkin Anda
belum sempat membacanya sampai tuntas, bukan? Usai membacanya, jawablah soal
berikut berdasarkan pemahaman Anda terhadap isi wacana tersebut.
Selamat membaca, setelah itu berbagilah.
SOAL
1. Identifikasilah:
a) ciri-ciri guru yang baik;
b) ciri-ciri guru yang hebat.
2. Jika diwajibkan memilih, apakah Anda akan berupaya untuk menjadi
"guru yang baik" ataukah ingin menjadi "guru yang hebat"?
Mengapa
demikian? Tulislah minimal tiga alasan yang mendasari pilihan Anda itu.
3. Bagaimanakah profil ideal guru Bahasa Indonesia di era globalisasi ini?
Jelaskanlah menurut sudut pandang Anda masing-masing.
4. Adakah manfaat yang Anda peroleh setelah membaca wacana itu?
Jika ada, tulislah semua manfaat yang dapat Anda petik darinya.
Jawaban ditulis dalam blog Anda masing-masing, paling lambat dua hari.
sebelum tatap muka selanjutnya.
Jawab
1Jadi ciri – ciri gutu yang baik itu adalah
guru yang mampu menjelaskan suatu materipada muridnya secara jelas,
sehingga muridnya mampu memahami apa yang kita sampaikan, mampu mencerna dengan
baik apa yang kita jelaskan. sedangkan Guru yang hebat adalah guru yang mampu
memberimotivasi dan inspirasi pada anak
didiknya, sehingga mereka terpacu untuk melakukan sesuatu yang lebih.
2Jika saya
disuruh memilih antara guru yang baik dan guru yang hebat, maka saya akan
memilih kedua-duanya, mengapa?
Karana guru yang baik saja tidak cukup untuk
membawa anak didik kita melangkah lebih maju, kita perlu menjadi guru yang
hebat juga, agar jadi inspitasi dan motivasi untuk anak.
Karna guru yang hebat
saja belum cukup, kita butuh guru yang baik, yang mampu memberi materi yang
gampang dicerna oleh murid, sehingga itu akan menjadi bekal dalam melangkah menuju masa depan
Karna kedua karakter itu sangat diperlukan dalam proses belajar
mengajar, untuk menambah wawasan anak dan memotifasi juga menjadi inspirasi
dalam hidup mereka, jika sudah seperti itu akan mudah melangkah, karna sudah
ada dorongan dan materi yang cukup yang dia miliki.
3Profil guru
Indonesia yang baik di era globalisasi ini menurut saya, Guru tersebut harus
sangat paham akan materi-materi apa saja yang harus beliau sampaikan, media
pembelajaran juga harus lebih maju, jangan hanya menulis di papan tulis saja,
bawa mahasiswa untuk mengenal media baru sepertui Blog atau lain sebagainya
yang dapat menunjang pembelajaran. Selain itu guru Bahasa Indonesia yang ideal
itu harus membawa anak untuk dapat menumbuhkan rasa cintanya terhadap
berbahasa.
4Sebagai
calon guru, membaca wacana diatas sangat menguntungkan, saya bisa belajar
banyak, dari mulai bagaimana menjadi gitu yang baik, bagaimana menjadi gutu
yang hebat, dan hal-hal seperti itu menjadi inspirasi untuk saya, agar mampu
menjadi guru yang baik dan hebat, menjadi bekal saya melangkah kedepannya.
Rabu, 11 April 2012
BAHASA INDONESIA: Latihan 1
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Dosen : Hj. Isna Sulastri,
Dra. M. Pd.
Nama : Melawati
NIM : 41032151111002
Tanggal : 11 April 2012
BAGIAN A
Petunjuk
1 1. Kerjakanlah
soal di bawah ini dengan cara menghitamkan huruf B jika pernyataan yang terdapat dalam soal,
Anda anggap benar dan hitamkan S jika salah. Contoh jika jawaban betul: (B-S). 2. Jawaban ditulis langsung
pada lembar soal ini. Untuk ini silakan dikopi paste terlebih dahulu. 3. Pengetikan soal ini belum tertata rapi maka rapikanlah dalam blog Anda.
SOAL
1. 1. Tujuan utama
perkuliahan Bahasa
Indonesia adalah untuk menumbuhkembangkan keterampilan berbahasa mahasiswa,baik lisan maupun tulisan (B-S) 2.Salah satu
upaya menumbuhkembangkan keterampilan berbahasa mahasiswa adalah dengan menumbuhkan kesadaran bahasa Indonesianya terlebih dahulu.
( B-S ).
3.Kesadaran berbahasa seseorang tidak dapat dilihat dari tanggung
jawab dan sikapnya terhadap bahasa Indonesia ( B-S ).
4. Mahasiswa Program Studi Matematika tidak perlu
memiliki kesadaran berbahasa Indonesia sebab mereka tidak akan menjadi guru bahasa Indonesia (B-S).
5. Membiasakan diri berbahasa sesuai kaidah bahasa
Indonesia terutama di dalam forum-forum resmi, merupakan wujud tanggung
jawab seseorang terhadap bahasanya ( B – S ).
6.Menurut Mansoer Pateda, tanggung jawab
terhadap bahasa dan berbahasa dapat diwujudkan hanyadalam bentuk
partisipasi formal ( B – S ).
7. Pengguna bahasa yang berpartisipasi secara
formal, biasanya dengan kesadaran sendiri berusaha untuk menjadi peserta
aktif dalam setiap kegiatan kebahasaan (B-S).
8. Mahasiswa Program Studi Matematika idealnya berpartisipasi dalam
kegiatan pembinaan bahasa, minimal dalam bentuk partisipasi formal (B-S).
9. Salah satu contoh partisipasi formal yang dapat dan patut
dilakukan mahasiswa Program Studi Matematika adalah berupaya untuk selalu
berhati-hati dalam berbahasa sehingga bahasa yang digunakannya senantiasa
tertib dan terpelihara ( B – S ).
10.Mampu menghafal kaidah
bahasa Indonesia dengan baik tanpa berlatih mengimplementasikannya
belum menjamin seseorang akan menjadi pengguna bahasa yang baik (B-S).
11.Mahasiswa Program Studi
Matematika yang sudah berusaha untuk berbahasa sesuai kaidah bahasa Indonesia dalam forum-forum resmi, merupakan pertanda bahwa dia sudah memiliki kesadaran
berbahasa (B-S).
12. Kalimat efektif biasanya
tidak komunikatif (B-S).
13. Kalimat yang ambigu termasuk
salah satu contoh kalimat efektif ( B-S )
14. Kalimat ambigu adalah
kalimat yang tidak memiliki struktur yang lengkap ( B-S ).
15. Penggunaan bahasa Indonesia
yang baik dapat dilihat antara lain dari keefektifan kalimat serta
ketepatan diksi dan ejaannya (B-S).
BAGIAN B
Petunjuk
Jawablah soal
berikut dengan mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan bernalar karena bahasa jawaban Anda termasuk
bagian yang dinilai.
SOAL
Ada pernyataan yang berbunyi, “Maju mundurnya
suatu bahasa sangat ditentukan oleh
kesadaran berbahasa pemakai bahasa itu sendiri”.
1.Setujukan Anda dengan pandangan tersebut? Apa alasannya? Tulislah argumentasi Anda terkait ini dalam satu
paragraf.
Jawab : Setuju, Karna bahasa mencerminkan kepribadian bangsa,begitu pula dengan kemajuan berbahasa,sangat berpengaruh terhadap maju mundurnya suatu bangsa,misalkan,jika suatu bangsa masyarakatnya acuh tak acuh dalam menggunakan bahasa,maka bangsa tersebut secara tidak langsung mengalami krisis berbahasa yang akan berdampak pada perkembangan bangsa itu sendiri.
2.Tulislah
minimal lima ciri orang yang memiliki Kesadaran Berbahasa. Uraikan masing-masingnya dengan singkat.
Jawab :
Selalu berhati-hati dalam menggunakan bahasa,orang yang faham bahasa,akan sangat berhati-hati dalam menggunakan bahasanya,dikarnakan rasa memiliki dan tanggung jawab berbahasa yang sudah tertanam dalam jiwanya,sehingga mereka akan sangat berhati-hati dalam berbahasa.
Bertanya pada ahli bahasa ketika ada bahasa yang kurang dipahami,orang-orang yang faham bahasa,akan bertanya jika ada bahasa yang kurang dimengerti,karna mereka menyadari pentingnya berbahasa yang baik dan benar.
Memperingati pemakai bahasa kalau ternyata ia membuat kekeliruan,jika orang-orang yang faham bahasa berhadapan dengan orang yang masih kurang pandai dalam berbahasa yang baik,jikalau lawan bicara membuat kekeliruan,maka mereka akan memperingatkan cara memakai bahasa yang baik dan benar.
Dapat mengoreksi pemakaian bahasa orang lain,orang-orang yang faham bahasa,setidaknya mereka berwawasan luas dalam ilmu bahasa,oleh karna itu jika lawan bicara membuat suatu kekeliruan dalam berbahasa,maka mereka akan mengoreksinya.
Berusaha menambah pengetahuan tentang bahasa tersebut,yang mengerti bahasa,jiwanya akan terdorong ingin mengetahui lebih jauh tentang bahasa,karna dalam jiwanya telah tertanam sikap memiliki bahasa itu sendiri,dan jika telah merasa memiliki akan muncul ingin mengembangkan bahasa.
3.Sudahkah
Anda memiliki kelima ciri tersebut? Jelaskanlah dengan argumentasi yang
bernalar.
Jawab : Belum,dikarnakan mungkin saya jarang menggunakan bahasa baku dalam kehidupan sehari-hari,jadi kemampuan berbahasa saya kurang terasah,maka dari itu dari sekarang saya akan mulai menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap bahasa,sehingga sedikit demi sedikit akan tertanam rasa memiliki bahasa yang baik dan benar.
4.Upaya apakah
yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Anda?Jelaskanlah.
Jawab : Dengan cara menumbuhkan rasa bertanggung jawab dan rasa memiliki bahasa yang baik dan benar,maka secara tidak langgsung kita akan berusaha menggunakan bahasa yang baik dan benar,selain itu kita harus sering mengasah keterampilan berbahasa kita dengan cara menggunakan bahasa yang baik dan benar dimana pun dan kapan pun,dengan cara itu kemampuan berbahasa kita sedikit demi sedikit akan meningkat.
Selasa, 10 April 2012
NAMA : MELAWATI
NIM : 41032151111002
PRODI : MATEMATIKA
Bahasa adalah hasil aktivitas manusia,kesadaran bahasa tercermin dari
tanggung jawab,sikap,perasaan memiliki bahasa,sehingga menimbulkan kemauan
untuk membina dan mengngembangkan bahasa.
PENGERTIAN
Tiap orang memiliki pandangan
bahasa sendiri.tiap orang menyadari bahasa adalah satu kebutuhan,kesadaran
itulah yang kemudian menjadi gambaran tingkah laku dalam menggunakan bahasanya.
Sikap tanggung jawab melahirkan
kemauan untuk membina dan mengngembangkan bahasa,orang yang berkesadaran bahasa
merasa ia perlu bertanggung jawab terhadap pembinaan dan penggembangan
bahasa,apalagi bahasa nasional.
Ada segelintir orang yang acuh tak
acuh,mengganggap bahasa adalah warisan nenek moyang ,dia tak pernah memikirkan
mengapa satu bentuk harus begitu dan bentuk lainnya tidak seperti yang dia
kehendaki,hal ini tidak bisa di biarkan hal ini harus di insafkan agar ia
memiliki kesadaran berbahasa .
Menurut hemat penulis,yang dimaksud
kesadaran bahasa ialah sikap seseorang baik secara sendiri-sendiri atau pun
bersama-samabertanggung jawab sehingga menimbulkan rasa memiliki suatu bahasa
dan demikian ia berkemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa
itu.jadi,dengan devinisi ini terdapat cirri-ciri:
ØSikap
terhadap bahasa dan berbahasa.
ØBertanggung
jawab terhadap bahasa dan berbahasa.
ØRasa
ikut memiliki bahasa.
ØBerkemauan
untuk membina dan mengembangkan bahasa.
3.2
Tanggung Jawab Terhadab Bahasa dan Berbahasa
Tiap orang menguasai paling sedikit
1 bahasa,orang yang menguasai satu bahasa disebut monolingual,orang yang
menguasai dua bahasa disebut bilingual atau dwibahasawan.
BD dan BI perlu dikembangkan karena
saling mengisi ada keterikatan,
Tiap orang harus disadarkan untuk
bertanggung jawab terhadap bahasa ibunya dan bahasa nasional.
Ciri orang yang bertanggung jawab
terhadap suatu bahasa dan pemakaian bahasa adalah :
ØSelalu
berhati-hati dalam menggunakan bahasa.
ØTidak
merasa senang melihat orang yang mempergunakan bahasa yang serampangan.
ØMemperingatkan
pemakai bahasa apabila ia membuat kekeliruan.
ØTertarik
perhatiannya apabila meliat orang yang membahas bahasa.
ØDapat
mengoreksi pemakaian bahasa orang lain.
ØBerusaha
menambah pengetahuan mengenai bahasa tersebut.
ØBertanya
pada ahlinya apabila menghadapi persoalan bahasa.
Jelas disini bukan saja harus
mencintai bahasa penggunaannya pun harus tertib,karna akan diwariskan
kegenerasi sesudah kita.
Tanggung jawab bahasa sangat
diperlukan untuk menghindari salah pengertian,ada yang menyebutkan bahasa
menunjukan bangsa,kelembutan kata,pemilihan kata,ungkapan,ketentuan pelafaln
menunjukan status social pembicara.
Tak jarang bahasa menimbulkan
perkelahian,dikarnakan tak ada rasa tanggung jawab terhadap bahasa,tanggung
jawab bahasa bukan hanya pemilihan kata dan kalimat baik melainkan juga cara
mengungkapkannya.
Marah adalah satu instig
manusia,marah tiodak harus dengan kata-kata keras dan dengan bahasa yang tidak
terkendali,kalau hal itu disadari manusia dapat menghindari kehancuran manusia
itu sendiri.
Tanggung jawab berbahasa mempunyai
akibat yang jangkauannya luas,jangkauan untuk manusia yang akan dating dan
jangkauan untuk manusia disekeliling pemakai bahasa.
Tanggung jawab bahasa dan berbahasa
adalah tanggung jabab vertical dan horizontal.
3.3
Sikap Terhadab Bahasa dan Berbahasa
“Tiap bahasa adalah penjelmaan yang
unik dari suatu kebudayaan yang unik” (St. Takdir Alisyahbana dalam Amran Halim
1. Ed,1976 : 40).masyarakat didesa dan dikota memiliki tanggung jawab bahasa
yang berbeda,didesa penuh dengan sopan santun,sedangkan dikota lebih pada
individualisme.
Contoh lain dalam penggunaan
bahasa,orng menado berbicara dengan sesame orang menado pasti memakai BD
.menurut Harimurti kridaraksana (1978:98) BI dipergunakan untuk keperluan
keperluan resmi,yaitu dalam :
ØKomunikasi
resmi
ØWacana
ilmiah
ØKhotbah,wacana
dan ilmiah
ØBercakap-cakap
dengan orang yang di hormati.
Tanggung jawab bahasa pun merupakan
manifestasi dari sikap positif,sehubungan dengan itu,sikap terhadap bahasa dan
berbahasa dapat dilihat dari dua segi:
ØSikap
positif
ØSikap
negative
Sikap positif terhadap bahasa lebih
banyak kita lihat dari pelaksanaan bahasa dalam kehidupan sehari-jari oleh
pemakai bahasa.tetapi kalau pada siotuasi resmi masih kita dapati penggunaan
suatu bahasa yang tidak sesuai kaidah,disana kita berkata,bahwa sikap pemakai
bahasa tersebut sangat disesalkan.
Situasi resmi atau tidak resmipun
kita harus berusaha menggunakan bahasa yang baku,untuk itu kesadaran bahasa
harus menjiwai kita.meskipun dasar yuridis ada,tetapi kesadaran terhadap bahsa
tidak ada,maka kita tidak dapat berbuat apa-apa,itu sebabnya menurut penulis
kesadaran bahasa dan berbahasa itulah yang sejauh mungkin di ditanamkan,dibina
dan di kembangkankepada setiap pemakai bahasa.
Jika ada yang mencampurkan antara
bahasa BI dan BA menunjukan pemakai bahasa tersebut ragu-ragu nterhadap
kemampuan berbahasanya,padahal orang harus menyadari bahasa mempunyai “nilai
penting sebagai symbol nasional dan identitas etnik” (nancy parrot hickerson,
1980 : 82).
Khusus di indonesia Bi dikatakan sebagai
lambing Kebangsaan dan identitas nasional(Lihat Hasil Perumusan Seminar Politik
Bahasa Nasional,Pusat Bahasa :1976),BD lambing kebangsaan dan identitas
daerah.berbahasa ditekankan pada kesadaran diri sendiri dalam menggunakan
bahasa secara tertib.
3.4
Rasamemiliki Bahasa
Maksudnya bahasa sudah dianggap
kebutuhan pribadi yang esensial,milik pribadi dijaga dan dipelihara.karna jika
kita misalkan,barang kepunyaan kita pastilah kita akan menjaga dan merawatnya
dengan baik,lain hal nya dengan barang milik orang lain menggunakannyapun tidak
mau.jadi kita berusaha agar bahasa menjadi milik kita pribadi.
Bahasa adalah sesuatu yang kita
dapat dengan proses belajar yang kemudian haruis kita sadari bahwa bahasa itu
adalah milik kita.baik BD,BI atau BA kita anggap milik kita pribadi.dari ketiga
bahasa ini,kita paling takut menggunakan BA,mengapa?karna takut ditertawakan
jikalau salah pengucapan atau mengartian.
Untuk menanamkan rasa memiliki
bahasa,orang harus bertitik tolak dari anggapan bahwa bahasa adalah miliknya
pribadi,kalau bahasa dianggap milik pribadi,konsekuensinya kita wajib
memeliharanya.
3.5
Parsitipasi dalam Pembinaan Bahasa
Perasaan memiliki bahasa
menimbulkan tanggung jawab dan kegiatan untuk membina bahasa baik melalui
kegiatan pribadi ataupun kelompok .bukti keikutsertaan itu terutama ternyata
dari pemakaian bahasa yang tertib.usaha pertama-tama sebagai bukti keikut
sertaan kita dalam pembinaan bahasa ialah sikap kita jika sedang menggunakan
bahasa.partisipasi seperti ini penulis namakan partisipasi informal.selain itu
ada partisipasi yang penulis namakan partisipasi formal.dalam partisipasi
formal terlihat usaha kita berupa kegiatan pembinaan melalui pertemuan formal.
Tentu tidak semua pemakai bahasa
diharapkan berpartisifasi secara formal.minimal kita berpartisifasi secara
informal.dengan penuh kesadaran kita menggunakan bahasa secara tertib.